Pengembangan Ekonomi Digital di Era New Normal
WHO menetapkan coronavirus sebagai Pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. Pandemi merupakan epidemic penyakit yang menyebar di wilayah yang luas secara geografis, mencakup lintas benua atau global. Saat ini coronavirus terpantau telah menginfeksi lebih dari 27,6 juta kasus, dan menyebabkan kematian 898 ribu jiwa. Sedangkan di Indonesia sendiri mencapai 203 ribu kasus, dan 8336 kematian dunia. Hal itu menjadikan pemerintah mengambil beberapa kebijakan, salah satunya adalah diberlakukannya PSBB pada yanggal 3 April 2020. Yaitu kebijakan dimana pembatasan sosial berskala besar pada suatu wilayah untuk meminimalisir penyebaran coronavirus ini.
Salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah adalah pembatasan kegiatan sosial dan beragama. Hal ini berdampak pada pelarangan jual beli di pasar,sekolah, penutupan tempat wisata, hingga penutupan tempat ibadah. Selain itu pegawai - pegawai yang dirumahkan. Mulai dari usaha kecil menengah atas, usaha retail, mall, maupun pabrik pabrik besar untuk mengurangi jumlah karyawan.
Kegiatan ekonomi semakin hari semakin lumpuh. Semua lapisan masyarakat terkena dampak. Begitu juga dengan UKM UMKM yang begitu terasa dampaknya. Para pengusaha kecil yang tutup paksa karena sepinya konsumen. Hal itu menimbulkan masalah tersendiri bagi pemerintah.
Ada juga UKM UMKM yang dapat mengambil perspektif yang berbeda. Adanya Revolusi Industri 4.0, timbulnya ekonomi digital dimanfaatkan pengusaha untuk bertahan sampai saat ini, bahkan mendapatkan untung yang lebih. Ambil saja contoh ukm dalam bidang kuliner. Tidak adanya pemasukan saat masa PSBB, pemilik rumah makan memutar otak untuk dapat bertahan. Dengan kemajuan teknologi saat ini banyak aplikasi yang menyediakan pelayanan promosi, memudahkan pergerakan ekonomi di bidang periklanan. Pemilik rumah makan juga harus dapat berinovasi dengan produknya. Yang sebelumnya dimasak terlebih dahulu tanpa packing yang memadai, sekarang dibuat dengan kemasan kaleng yang kedap udara agar makanan lebih awet saat pengiriman.
Banyak juga aplikasi pemasaran (e-commerce) yang beredar di dunia saat ini, seperti Shopee, Bukalapak maupun Tokopedia. Adanya aplikasi pemasaran ini memudahkan pelaku UKM UMKM menjangkau para konsumen, bahkan sampai ke luar Jawa. Dengan produk yang dikemas sedemikian rupa menjadikan produk tahan lama sampai tangan konsumen.
Coronavirus telah mengubah segala tatanan kehidupan. Semua terkena dampak yang sangat besar. Bagaimana kita bangkit dan melihat celah kesempatan yang ada. Tetap patuhi kebijakan pemerintah dan selalu menjalankan protokol kesehatan.
Komentar
Posting Komentar